|
Seorang sahabat mengirimkan puisi ini melalui email. Karya seorang anak ITB, Bandung.

 |
 |
 |

Pohon Apel
Di depan jendela apartement
ada sebuah pohon apel
berbuah lebat
dan angin yang kencang
menebarkan buahnya di pelataran
Delapan belas tahun lalu
pernah ada permintaan
"Ibu, belikan saya sebuah apel saja, jika nanti lulus
dan jadi juara"
Yang terhidang kemudian
sepotong pepaya dan senyuman
serta ucapan,"Sekolah yang pinter, biar beli apel sendiri"
(apel terlalu mahal untuk kita, nak)
Lalu Bandung, Jakarta, Kircheim, dan Melbourne
Di depan jendela apartement
ada sebuah pohon apel
berbuah lebat
dan terngiang, "Sekolah yang pinter, nanti petik apel sendiri"
dan angin yang kencang
menebarkan rindu tak terperikan
|
 |
|